Saat ini untuk mencoba sistem linux dapat ditempuh melalui beberapa cara. Yang pertama adalah dengan menggunakan liveCD. Cara ini tidak perlu menginstal linux di dalam komputer cukup booting menggunakan CD linux.
Inovasi baru saat ini, jika sudah masuk ke dalam Desktop biasanya terdapat icon ‘install’. Gunanya adalah selain bisa dicoba dahulu kita bisa mengecek apakah hardware komputer kita didukung oleh distro tersebut. Cara yang kedua adalah dengan menggunakan software virtualisasi seperti Bosch, VMWare, dll. Cara ketiga adalah dengan menginstall langsung di kompter.
Pada umumnya instalasi linux terdiri dari :
1. Pengatur an partisi
2. Pemilihan paket yang akan diinstall
3. Konfigurasi tambahan
Pengaturan partisi dimulai dari penentuan besar partisi hingga pemilihan sistem file dan penentuan
peletakan struktur direktori pada harddisk. Sebagian besar distro linux memiliki pengaturan partisi
secara otomatis.
Setelah pengaturan partisi harddisk, kemudian adalah memilih paket/program yang akan diinstall
pada sistem. Biasanya ada paket ‘base’ yang wajib ada dan paket tambahan lain seperti window
manager, development kit, game, dll.
Konfigurasi tambahan merupakan konsfigurasi sistem sebelum siap digunakan. Contoh, pembuatan
user, penentuan password root, konfigurasi jaringan, dll.
Memilih Distro Linux yang Cocok.
Saat ini penulis baru mencoba beberapa distro linux besar berikut : Slackware, OpenSuSE,
Mandriva, Debian, Fedora, Knoppix dan Ubuntu.
Slackwar e merupakan distro favorit penulis, walaupun tidak digunakan sebagai kegiatan sehari –
hari. Slackware merupakan distro tua yang benar – benar terasa ‘Linux’. Merupakan distro yang
dikembangkan secara hati – hati. Konfigurasi awal saat fresh install sangat minim dengan tujuan
diber i kebebasan untuk melakukan apapun. Saat ini slackware adalah distro linux yang paling stabil
yang pernah penulis coba. Cocok untuk yang mau belajar ‘dalam’nya linux dan tidak mementingkan
tampilan GUI yang wah ….
OpenSuSE adalah distro sehari – hari penulis. Jika linux hanya digunakan untuk keperluan sehari –
hari distro ini sangat cocok. Yang biasa penulis lakukan adalah mengetik, file & printer sharing,
browsing, chating, dkk. Distro ini cocok bagi yang ingin merasakan ‘kemudahan’ dalam berlinux.
Keunggulannya adalah terdapat aplikasi managemen YaST yang sangat membantu.
Mandriva merupakan distro favorit bagi para pemula. Jika anda pemula dalam berlinux, gunakanlah
mandr iva. Pengguna linux mahir juga banyak yang menggunakan mandriva. Cocok untuk pengguna
yang ingin mendalami linux tanpa harus mencoba distro linux lain.
Debian distro linux tertua. Paket apa yang anda inginkan?? disini tersedia. Siapkan saja 12 CD
kosong atau 4 DVD++ (plus update jadi 5DVD, deh) untuk merasakan debian.
Fedora adalah distro yang paling favorit di kalangan linuxer. Merupakan distro linux yang benar –
benar berbasis komunitas. Cocok untuk penggunaan sehari – hari.
Ubuntu merupakan distro linux yang memasyarakat. Tidak perlu dijelaskan lagi. Cocok untuk
pengguna yang ingin mengganti posisi MS$ sebagai sitem operasi sehari – hari. Bahkan sekarang
ada ‘WUBI’, instalasi linux paling canggih.
Knoppix adalah distro linux LiveCD. Cocok untuk pengguna yang ingin mencoba linux tanpa harus
merombak harddisknya. Tinggal masukkan CD dan boot dari CD tersebut. Selain itu cocok untuk
sistem operasi darurat jika komputer lagi merengek.
Proses Instalasi
Partisi Harddisk
Agar pembahasan lebih umum penulis hanya membahas tentang 3 poin utama di atas. Hal yang paling ditakutkan pengguna linux pemula adalah hilangnya data pada harddisk. Tidak ada yang perlu ditakutkan dalam mempartisi linux. Biasanya pengguna komputer membagi partisi harddisk menjadi 2 di MS$ akan terlihat sebagai C: dan D:.
Lakukan resize pada partisi yang ada melalui disk management yang disediakan oleh Windows agar aman.
- Biar jelas terlihat di partisi mana linux akan diinstall, jangan buat dua partisi dengan ukuran yang sama. Kecuali anda benar – benar mengetahuinya.
Setelah diresize, diamkan saja daerah harddisk yang disebut sabagai “unallocated”. Disitulah kita akan menginstall linux.
info 1. Di harddisk terdapat 2 macam partisi : Primary & Logical. Setiap Harddisk hanya boleh punya 4 partisi Primary. Partisi Logical terdapat di dalam partisi Primary. Setiap Partisi Primary bisa terdapat 144 Partisi Logical
Jika anda mengikuti dengan benar langkah dan tip 1 kemungkinan besar data anda tidak akan hilang akibat instalasi linux. Walaupun hilang saya tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi, kesalahan ditanggung sendiri. Jika ragu, tanyakan pada yang ahli-nya.
Misalkan harddisk anda pada awalnya tersusun seperti ini :
C: FAT32 (60 GB) P rimary D: FAT32 (60 GB) Primary
Agar lebih aman, lakukan defragmentasi harddisk dahulu. Kemudian resize kedua partisi dari Windows menjadi
unallocated C: FAT32 (45 GB) Primary D: FAT32 (45 GB) Primary
Lakukan hal tersebut di Control Panel – Administrative Tool – … – Disk Management.
Langkah selanjutnya adalahinstalasi linux. Pilih distro favorit anda. Boot dari CD/DVD instalasi linux tersebut.
Umumnya yang dilakukan pertama kali adalah memilih layout keyboard, bahasa, dan deteksi hardware untuk harddisk. Jika harddisk anda terdeteksi menu selanjutnya adalah partisi harddisk dan penentuan mount point.
Jika harddisk anda adalah SATA, harddisk laptop, atau SCSI maka akan dikenal sebagai :
/dev/sd xy
x adalah identitas harddisk menggunakan huruf
y adalah urutan partisi
Jika masih menggunakan PATA maka akan dikenal sebagai /dev/hd xy
C: FAT32 (45 GB) Primary D: FAT32 (45 GB) Primary / ext3 (30GB) Primary
/dev/sda1 /dev/sda2 /dev/sda3
Dengan menggunakan sisa partisi (create/add partition) set ‘mount point’ sebagai ‘/’, ‘file system’ sebagai ‘ext3′. Ilustrasi harddisk anda akan menjadi seperti gambar di atas. Jika menginginkan sebuah partisi swap, maka buatlah terlebih dahulu partisi swap sebesar 2 dikali besar RAM komputer anda.
info2. Swap ibarat virtual memory pada sistem Windows. Jika alokasi memori habis sistem akan menggunakan partisi ini sebagai memori tambahan.
- Untuk mempercepat akses data pada partisi swap, letakkan swap pada ujung harddisk. Pada
ilustrasi di atas swap diletakkan di sebelah kanan partisi ‘/’
Jika sudah selesai pastikan semuanya benar. Pastikan partisi windows tidak disentuh saat proses instalasi ini.
Pemilihan Paket Instalasi
Pada menu pemilihan paket instalasi biasanya sudah di kategorikan. Dalam training ini usahakan kategori paket development dicentang. Jika tidak ada, maka pilih kategori yang ada paket gcc dan make. Telusuri paket – paket yang tersedia, jika ada baca juga penjelasannya.
Konfigurasi Tambahan
Biasanya adalah pengesetan password root, penambahan user biasa, penentuan nama host (hostname), seting jaringan. Beberapa distro linux akan meminta konfigurasi lainnya seperti firewall, dll. Jika tidak mengerti pilih saja setingan default-nya.
Pada proses terakhir adalah instalasi boot loader pada harddisk. Distro linux saat ini sudah menyediakan deteksi windows otomatis sehingga tidak perlu khawatir windows anda tidak dapat diakses lagi.

0 komentar:
Posting Komentar